ummi..aku ingin katakan..
aku cemburu sejak adik kecil ku tu lahir dari rahim mu
aku cemburu saat kamu selalu memenuhi permintaan si adik kecil ku itu
marah dan sebel banget...saat adikku itu berantakin perabotan yang baru kubereskan
dan kau berkata.."sudahlah yan,kalo marah2 trus..ga usah beresin"
ummi...aku sebenarnya ga suka kau berkata begitu
dengan sikap yang terkadang kolokan..aku mengartikan maksudmu adalah membela adikku
seharusnya kau marah kepada si kecil itu..karena ga bisa hargai kakaknya..
tapi kau tetap biarkan aku marah dan tambah marah
lalu yang bisa kulakukan hanya mengurung diri di kamar
namun kau tak pernah sedikitpun menarik perhatianku agar aku tak marah
kau biarkan diriku terus sampai dikamar
hanya abah..yang datang menghampiriku..berusaha menjadi penengah diantara kita
ummi..mengapa kau selalu membela adik2ku
kala aku berselisih paham dengan mereka
apa karena aku paling besar..
tapi ummi..aku merasa diriku yang benar..
aku tau..dirimu pun tau..
dan ummi...kau pun tau...
anakmu ini tak pernah suka disalahkan..
atas perbuatan yang tak pernah kulakukan
dan aku pernah melukai perasaanmu
saat..aku begitu marah...saat kau tak membelaku
dengan mengatakan kau tak adil kepadaku
dan kau menangis..saat tau anakmu tak mengerti sikapmu
dan aku pun tersadar...lalu kata maaf pun terluncur dari mulut ini
sungguh ummi...aku tak bermaksud melukai perasaanmu
tapi aku takut...kau tak sayang padaku lagi
takut...kehilanganmu
hanya ingin dirimu kumiliki sendiri
dan sekarang aku benar2 kehilanganmu
bukan hanya aku
tapi adikku pun telah kehilangan mu
aku berjanji ummi
akan menjaga adikku...seperti kau selama ini menjaganya
Senin, 05 Januari 2009
Sabtu, 03 Januari 2009
28 November 2008
Subuh pagi..hpku berbunyi
Sedikit mata terpejam..kudengar suara dari seberang sana
Suara abah..yang terdengar tenang namun cemas
Mengabarkan kalo ummi masuk rumah sakit
Rasanya dada ini sesak ….tak mampu lagi bersuara
Hanya air mata berjatuhan
Suara diseberang sana pun..samar terdengar..
Namun abah tetap berusaha tenang tuk menenangkan ku
Dan diriku hanya bisa berjanji esok pagi kan pulang
3 jam perjalanan bontang – samarinda
Kulalui dengan perasaan yang campur aduk
Rasa cemas..khawatir..sedih…
Akhirnya ku tepat berdiri didepan rumah sakit
Dimana ummi dirawat..
Kususuri lorong..tuk temukan ruangan ummi
Dan ku temukan dia tebaring lemah di tempat tidur..
Ku cium..ku peluk..dia hanya menatapku tanpa senyum
Yah ummi jarang tersenyum..namun selalu menyambutku dalam kata2
Namun hari itu dia tak berkata2..kepadaku
Yang keluar dari rongga mulutnya..
Hanya erangan dan keluhan rasa sakit yang dia derita
Ya rasa sakit..yang cukup melelahkan yang dia derita selama ini
Namun kali ini rasa sakit itu telah menjadi..
Dan dia tak mampu lagi meyembunyikan dari kami…
Dan ketika jam 11 malam rasa sakit itu semakin menjadi
Dia terus mengatakan dia kesakitan dan ingin segera pergi
Tak mampu lagi kami menahan airmata
Ku tak mampu lagi menahan emosi
Air mata pun terus berjatuhan
Yah dalam pikiran ku..aku harus segera mengikhlaskan-Nya
Yah selama ini aku belom ikhlas dia pergi meninggalkan ku
Namun kali ini aku tak kuasa melihat rasa sakit yang dia derita
Yah aku tak boleh egois
Akhirnya ku berkata aku ikhlas kalo dia pergi
Dan tepat adzan shubuh ummi pergi selama2nya
Pergi diiringin airmata kehilangan
Pergi dengan rasa sesal..yang terus bergelayut dipikiranku
Rasa sesal mengikhlaskan dia pergi
Namun semua itu akan ketemukan hikmahnya
Dan biarkan ini menjadi bagian dari cerita keluargaku
Yah ummi ku pergi meninggalkan kami semua
Setelah 2 tahun dia berjuang melawan sakitnya
Sakit kanker rectumnya…
Ummi selamat jalan
Doaku untukmu selalu
Semoga kau diterima disisi-Nya
I Love U Mom
Sedikit mata terpejam..kudengar suara dari seberang sana
Suara abah..yang terdengar tenang namun cemas
Mengabarkan kalo ummi masuk rumah sakit
Rasanya dada ini sesak ….tak mampu lagi bersuara
Hanya air mata berjatuhan
Suara diseberang sana pun..samar terdengar..
Namun abah tetap berusaha tenang tuk menenangkan ku
Dan diriku hanya bisa berjanji esok pagi kan pulang
3 jam perjalanan bontang – samarinda
Kulalui dengan perasaan yang campur aduk
Rasa cemas..khawatir..sedih…
Akhirnya ku tepat berdiri didepan rumah sakit
Dimana ummi dirawat..
Kususuri lorong..tuk temukan ruangan ummi
Dan ku temukan dia tebaring lemah di tempat tidur..
Ku cium..ku peluk..dia hanya menatapku tanpa senyum
Yah ummi jarang tersenyum..namun selalu menyambutku dalam kata2
Namun hari itu dia tak berkata2..kepadaku
Yang keluar dari rongga mulutnya..
Hanya erangan dan keluhan rasa sakit yang dia derita
Ya rasa sakit..yang cukup melelahkan yang dia derita selama ini
Namun kali ini rasa sakit itu telah menjadi..
Dan dia tak mampu lagi meyembunyikan dari kami…
Dan ketika jam 11 malam rasa sakit itu semakin menjadi
Dia terus mengatakan dia kesakitan dan ingin segera pergi
Tak mampu lagi kami menahan airmata
Ku tak mampu lagi menahan emosi
Air mata pun terus berjatuhan
Yah dalam pikiran ku..aku harus segera mengikhlaskan-Nya
Yah selama ini aku belom ikhlas dia pergi meninggalkan ku
Namun kali ini aku tak kuasa melihat rasa sakit yang dia derita
Yah aku tak boleh egois
Akhirnya ku berkata aku ikhlas kalo dia pergi
Dan tepat adzan shubuh ummi pergi selama2nya
Pergi diiringin airmata kehilangan
Pergi dengan rasa sesal..yang terus bergelayut dipikiranku
Rasa sesal mengikhlaskan dia pergi
Namun semua itu akan ketemukan hikmahnya
Dan biarkan ini menjadi bagian dari cerita keluargaku
Yah ummi ku pergi meninggalkan kami semua
Setelah 2 tahun dia berjuang melawan sakitnya
Sakit kanker rectumnya…
Ummi selamat jalan
Doaku untukmu selalu
Semoga kau diterima disisi-Nya
I Love U Mom
Langganan:
Postingan (Atom)