Subuh pagi..hpku berbunyi
Sedikit mata terpejam..kudengar suara dari seberang sana
Suara abah..yang terdengar tenang namun cemas
Mengabarkan kalo ummi masuk rumah sakit
Rasanya dada ini sesak ….tak mampu lagi bersuara
Hanya air mata berjatuhan
Suara diseberang sana pun..samar terdengar..
Namun abah tetap berusaha tenang tuk menenangkan ku
Dan diriku hanya bisa berjanji esok pagi kan pulang
3 jam perjalanan bontang – samarinda
Kulalui dengan perasaan yang campur aduk
Rasa cemas..khawatir..sedih…
Akhirnya ku tepat berdiri didepan rumah sakit
Dimana ummi dirawat..
Kususuri lorong..tuk temukan ruangan ummi
Dan ku temukan dia tebaring lemah di tempat tidur..
Ku cium..ku peluk..dia hanya menatapku tanpa senyum
Yah ummi jarang tersenyum..namun selalu menyambutku dalam kata2
Namun hari itu dia tak berkata2..kepadaku
Yang keluar dari rongga mulutnya..
Hanya erangan dan keluhan rasa sakit yang dia derita
Ya rasa sakit..yang cukup melelahkan yang dia derita selama ini
Namun kali ini rasa sakit itu telah menjadi..
Dan dia tak mampu lagi meyembunyikan dari kami…
Dan ketika jam 11 malam rasa sakit itu semakin menjadi
Dia terus mengatakan dia kesakitan dan ingin segera pergi
Tak mampu lagi kami menahan airmata
Ku tak mampu lagi menahan emosi
Air mata pun terus berjatuhan
Yah dalam pikiran ku..aku harus segera mengikhlaskan-Nya
Yah selama ini aku belom ikhlas dia pergi meninggalkan ku
Namun kali ini aku tak kuasa melihat rasa sakit yang dia derita
Yah aku tak boleh egois
Akhirnya ku berkata aku ikhlas kalo dia pergi
Dan tepat adzan shubuh ummi pergi selama2nya
Pergi diiringin airmata kehilangan
Pergi dengan rasa sesal..yang terus bergelayut dipikiranku
Rasa sesal mengikhlaskan dia pergi
Namun semua itu akan ketemukan hikmahnya
Dan biarkan ini menjadi bagian dari cerita keluargaku
Yah ummi ku pergi meninggalkan kami semua
Setelah 2 tahun dia berjuang melawan sakitnya
Sakit kanker rectumnya…
Ummi selamat jalan
Doaku untukmu selalu
Semoga kau diterima disisi-Nya
I Love U Mom